EnglishIndonesian

Ikan Pelagis

Posted on February 10, 2020 By seafoods

Ikan pelagis merupakan ikan yang hidup di permukaan air. Ikan pelagis tergolong dalam ikan pelagis kecil dan ikan pelagis besar. Pada umumnya ikan pelagis memiliki nilai jual yang tinggi dan banyak diburu oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Ikan pelagis sangat berperan dalam rantai makanan karena merupakan pemangsa (konsumen II dan III) didalam proses rantai makanan. Sehingga tidak salah jika ikan pelagis ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik itu dalam bentuk utuh (mentah) maupun yang telah diolah menjadi olahan-olahan.

Ikan pelagis khususnya ikan pelagis besar banyak diekspor hingga keluar negeri. Salah satu contohnya yaitu ikan tuna yang di ekspor ke Negara jepang setiap tahunnya sehingga sektor kelautan dan perikanan banyak menyumbang pendapatan untuk Negara Indonesia.

Ikan pelagis kecil merupakan ikan yang hidup disekitar permukaan perairan. Di Indonesia sumberdaya ikan pelagis kecil diduga merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang paling melimpah (Merta, dkk, 1998) dan paling banyak ditangkap untuk dijadikan konsumsi masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan bila dibandingan dengan tuna yang sebagia besar produk unggulan ekspor dan hanya sebagian kelompok yang dapat menikmatinya. Ikan pelagis umumnya hidup di daerah neritik dan membentuk schooling juga berfungsi sebagai konsumen antara dalam food chain (antara produsen dengan ikan-ikan besar) sehingga perlu upaya pelestarian.Penyebaran ikan pelagis di Indonesia merata di seluruh perairan, namun ada beberapa yang dijadikan sentra daerah penyebaran seperti Lemuru (Sardinella Longiceps) banyak tertangkap di Selat Bali, Layang (Decapterus spp) di Selat Bali, Makassar, Ambon dan Laut Jawa, Kembung Lelaki (Rastrelinger kanagurta) di Selat Malaka dan Kalimantan, Kembung Perempuan (Rastrelinger neglectus) di Sumatera Barat, Tapanuli dan Kalimantan Barat. Menurut data wilayah pengelolaan FKKPS maka ikan layang banyak tertangkap di Laut Pasifik, teri di Samudera Hindia dan kembung di Selat Malaka.

Ikan Pelagis umumnya merupakan filter feeder, yaitu jenis ikan pemakan plankton dengan jalan menyaring plankton yang masuk untuk memilih jenis plankton yang disukainya ditandai oleh adana tapis insang yang banyak dan halus. Lain halnya denga selar. Selar termasuk ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil dan krustasea.

Pada siang hari ikan pelagis kecil berada di dasar perairan membentuk gerombolan yang padat dan kompak (shoal), sedangkan pada malam hari naik ke permukaan membentuk gerombolan yang menyebar (scatted). Ikan juga dapat muncul ke permukaan pada siang hari, apabila cuaca mncung disertai hujan gerimis. Adanya kecendrungan bergelombol berdasarkan kelompok ukuran dan berupaya mengikuti makanannya. (sumber : Sumber Daya Ikan Pelagis oleh Risfan Suyedi – Institut Pertanian Bogor, 2001)

Ikan pelagis kecil hidup pada daerah pantai yang relative kondisi lingkungannya tidak stabil menjadikan kepadatan ikan juga berfluktuasi dan cenderung muda mendapat tekanan akibat kegiatan pemanfaatan, karena daerah pantai mudah dijangkau olehaktivitas manusia. Jenis-jenis ikan pelagis kecil yang dimaksudkan adalah ikan laying, kembung, tembang, teri, dan lain-lain.

Sumber daya ikan pelagis kecil diduga merupakan salah satu sumber daya perikanan yang paling melimpah diperairan Indonesia dan mempunyai potensi besar (widodo, 1998). Sumberdaya ikan pelagis kecil merupakan suatu sumberdaya yang poorly behaved, karena makanan utamanya adalah plankton, sehingga kelimpahannya sangat tergantung kepada factor lingkungan

(sumber: Alfan nefwan-Institut Pertanian Bogor, 2004)

Sumber : http://umbudomuwora.blogspot.com/2016/03/ikan-pelagis.html